Standar Keselamatan Kerja di Indonesia Paling Buruk di Kawasan Asia Tenggara


Sabtu, 01 Mei 2004

Sumber: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0405/01/ekonomi/1000007.htm

Jakarta, Kompas – Standar keselamatan kerja di Indonesia paling buruk dibandingkan dengan negara di kawasan Asia Tenggara lainnya. Indikatornya, selama tujuh bulan pertama 2003 di Indonesia tercatat sedikitnya 51.528 kecelakaan kerja, sedangkan tahun 2002 berjumlah 103.804 kasus.

Demikian laporan Global Estimates Fatalities in 2002 Organisasi Perburuhan Internasional (ILO). Menurut laporan ini, sebanyak 6.000 pekerja di seluruh dunia kehilangan nyawa mereka setiap hari akibat kecelakaan, luka-luka, serta berbagai penyakit di tempat kerja.

Selain itu, setiap tahun tercatat sekitar 400.000 kematian terjadi akibat zat-zat berbahaya di tempat kerja. Jumlah ini merupakan bagian dari sekitar dua juta kecelakaan kerja dan 160 juta penyakit yang dialami akibat bekerja.

Berdasarkan kondisi tersebut, ILO menyerukan usaha bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat pengusaha, untuk meningkatkan keselamatan pekerja di tempat kerja.

Menurut Direktur ILO Jakarta, Alan Boulton, kenyataan ini membutuhkan adanya pengawasan bahaya berdasarkan konvensi-konvensi ILO.

Menguntungkan

“Pengalaman memperlihatkan budaya keselamatan yang kuat menguntungkan pekerja, pengusaha, maupun pemerintah. Sedangkan teknik pencegahan selama ini telah terbukti efektif mencegah kecelakaan kerja dan meningkatkan kinerja usaha,” kata Alan Boulton.

Alan Boulton juga mempromosikan budaya mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tahun 2004 K3 terfokus kepada masalah kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh bahan kimia, penyakit gangguan pernapasan, dan kekerasan di tempat kerja.

Pendapat serupa juga dikemukakan Dirjen ILO, Juan Somavia, dengan mengatakan, budaya keselamatan harus dikembangkan melalui kemitraan dan dialog antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

“Kemitraan itu dalam kerangka pikir menyangkut hak, tanggung jawab, tugas, dan temuan dasar, dan penciptaan tempat kerja yang aman dan sehat. “Saya sangat percaya kemitraan dan dialog dengan semua pihak terkait merupakan langkah utama dalam mencapai konsensus di dunia kerja,” ujarnya.

Sebab, di banyak negara keselamatan di tempat kerja masih memprihatinkan. Seperti di Thailand terdapat sekitar 769 orang terbunuh dalam kecelakaan kerja tahun 2003, atau bertambah lebih dari 18 persen dibandingkan dengan tingkat kecelakaan pada tahun 2002.

Jumlah korban juga bertambah, sekitar 189.621 orang pada tahun 2001 hingga lebih dari 200.000 orang pada tahun 2003, atau setara dengan 600 kecelakaan setiap hari.

“Industri konstruksi terbilang paling rentan kecelakaan, diikuti dengan manufaktur makanan dan minuman. Penyebab kematian utama adalah kecelakaan lalu lintas, tersengat listrik, dan jatuh dari ketinggian,” kata Juan Somavia. (ETA)

~ by MS O on March 12, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: